Home » Motivasi » Bagaimana Cara Membuat Hati Tenang?

Bagaimana Cara Membuat Hati Tenang?

Bagaimana Cara Membuat Hati Tenang

Setiap orang pasti menginginkan kebahagiaan dan ketenangan jiwa. Berbagai cara kemudian dilakukan untuk membuat hati tenang, tenteram dan bahagia. Bahkan ada yang sampai rela mengeluarkan biaya besar demi menggapai ketenangan hati tersebut.Lihatlah ada yang kemudian memilih untuk berlibur ke tempat-tempat yang indah seperti pantai maupun pegunungan. Ada yang memilih untuk berkumpul bersama keluarga maupun kawan. Atau ada yang memilih untuk memperoleh kebahagiaan semu dengan melakukan hal-hal yang terlarang dalam agama maupun tata krama masyarakat. Dan banyak lagi hal lain yang dilakukan untuk meraih ketenangan. Pertanyaannya sudahkah semua itu membuat hati menjadi tenang dan bahagia?

Bagaimana Cara Membuat Hati Tenang?

Kehidupan di dunia ini bisa diibaratkan bagai roda yang terus berputar. Terkadang berada di atas. Terkadang berada di bawah. Terkadang kita merasakan kebahagiaan, kesenangan, dan kedamaian. Namun tak jarang episode kelabu datang menghampiri. Kita pun diliputi perasaan sedih, susah, dan derita yang seakan tak berujung.

Karenanya ketenangan hati diperlukan untuk menjalani kehidupan di dunia ini. Untuk memperolehnya, terlebih dahulu perlu diketahui hal apa saja yang menyebabkan hati menjadi tak tenang. Adapun penyebab hati tak tenang, diantaranya ialah :

1. Selalu merasa tidak cukup

Selalu merasa tidak cukup merupakan salah satu hal yang membuat hati tak tenang. Perasaan ini membuat pemiliknya tidak akan pernah puas dengan segala apa yang telah diperoleh maupun apa yang dimilikinya. Sebanyak apapun itu, ia masih tetap ingin lebih dan lebih banyak lagi.

2. Iri dan dengki

Hal berikutnya ialah rasa iri hati serta dengki yang bersemayam di dalam hati. Kedua hal ini juga menyebabkan ketidaktenangan hati. Setiap keberhasilan atau kebahagiaan yang diperoleh orang lain akan menimbulkan rasa iri hati pada dirinya. Ia pun mendengki dan sakit hati karenanya.

3. Merasa orang lain bernasib lebih baik dari dirinya

Akibatnya, ia pun menyesali diri dan keadaannya. Keberhasilan orang lain justru membuatnya terpuruk. Ia tak menjadikan keberhasilan orang lain itu sebagai motivasi maupun cambuk bagi dirinya untuk menjadi lebih baik lagi. Akhirnya ia pun berhenti untuk berusaha dan sibuk meratapi nasibnya.

4. Tidak pandai bersyukur

Semua kenikmatan dan kesenangan yang telah diperolehnya tak membuat dirinya bersyukur dengan keadaan tersebut. Sikap ini mirip dengan perasaan selalu merasa tidak cukup. Karena merasa tidak cukup maka ia pun tak bisa mensyukuri semua kenikmatan yang telah dirasakannya.

5. Pendendam

Hal yang juga membuat hati tak tenang ialah dendam. Ketika ada yang menyakiti hatinya atau berbuat salah padanya, sengaja atau tidak sengaja, maka ia akan terus mengingat hal tersebut. Ia pun bertekad, suatu ketika harus membalas perlakuan itu. Setelah itu barulah ia merasa puas dan adil.

6. Pemarah

Rasa marah juga bisa menjadi penyebab hati tak tenang. Bagi seorang pemarah, hal yang kecil saja dapat menjadi penyulut kemarahannya.

7. Tidak sabaran

Tidak sabaran membuat seseorang selalu menginginkan semuanya berjalan dengan cepat. Serba instant dan praktis. Padahal segala sesuatu itu berlangsung secara bertahap dan sesuai prosedurnya masing-masing. Jika dipaksa instant, biasanya hasilnya juga menjadi kurang baik dan kurang sempurna.

8. Egois

Yakni lebih mementingkan kepentingan dan keperluan dirinya sendiri dan tak mau ambil peduli dengan apa saja yang terjadi pada orang lain.

9. Tidak Lapang Dada

Ketika seseorang tidak bisa berlapang dada menerima kondisi maupun keadaan tertentu maka bisa dipastikan ia akan senantiasa gelisah dan diliputi kecemasan. Inilah yang membuatnya hatinya tidak bisa tenang.

10. Putus asa

Kondisi yang paling parah ialah putus asa. Putus asa artinya tidak lagi mempunyai harapan untuk bisa memperbaiki kondisi atau keadaan yang telah terjadi. Ini adalah perasaan yang sangat berbahaya. Yang jika tidak segera ditanggulangi dan dicarikan jalan keluar dapat menyebabkan seseorang melakukan hal-hal yang berbahaya, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Manusia memang bukanlah pemilik kehidupan ini. Bukan penentu yang bisa memastikan hasil dari setiap yang diusahannya. Bukan penentu yang bisa mengubah segalanya agar sesuai dengan keinginan. Manusia hanya bisa berusaha. Berusaha melakukan yang terbaik. Berusaha mengerahkan segenap kemampuaannya demi mendapatkan hasil yang baik. Setelah itu manusia hanya bisa berharap agar hasil akhirnya tak jauh dari yang diinginkan.

Jika kita meyakini hal ini maka akan bisa menerima segala apa yang terjadi dengan lapang dada. Kita akan ikhlas menerima hasil akhir dari setiap usaha kita. Ketika mendapat nikmat maka tidak akan euphoria merayakannya. Juga ketika mendapat musibah, tidak akan meratap sepanjang masa. Untuk itulah dibutuhkan ketenangan jiwa dalam menghadapi segala kondisi.

Ketenangan hati sangat dibutuhkan terutama dalam kondisi seperti sekarang ini. Dimana kesulitan-kesulitan hidup seakan silih berganti datang. Jika kondisi hati tenang maka akan berdampak pada lisan dan sikap serta tingkah laku. Bukankah sikap seseorang merupakan cerminan dari hatinya?

Tips Agar Hati Menjadi Tenang

Memang bukan hal yang mudah untuk meraih ketenangan hati. Untuk itu beberapa tips di bawah ini semoga bisa membantu untuk meraih ketenangan tersebut.

  1. Senantiasa ikhlas dan berlapang dada menerima apapun yang terjadi. Tentu saja hal ini tidak mudah. Namun bila meyakini bahwa sesungguhnya segala sesuatu yang terjadi dan menimpa diri kita itu adalah ketetapan dari Tuhan. Diterima atau tidak hal itu tetap akan terjadi. Maka niscaya hati akan menjadi tenang kembali.
  2. Senantiasa bersyukur. Sesungguhnya apa yang terjadi pada diri itu masih lebih baik daripada yang menimpa orang lain. Lihatlah di sekeliling. Bukankah masih banyak yang lebih menderita daripada kita. Masih banyak yang lebih sengsara daripada diri sendiri. Maka bersyukurlah. Bersyukur karena masalah yang kita hadapi tidaklah seberat mereka.
  3. Menjadikan setiap kejadian sebagai bahan untuk mengintrospeksi diri agar ke depan bisa menjadi diri dan pribadi yang lebih baik lagi. Setiap kejadian dijadikan pembelajaran untuk lebih mendewasakan diri.
  4. Senantiasa berbaik sangka bahwa setiap kejadian yang menimpa itu ada hikmah yang tersimpan dibaliknya. Setiap kejadian yang menimpa merupakan hal yang terbaik bagi diri. Sesungguhnya setiap kejadian merupakan hasil dari perbuatan kita sendiri. Lagipula setiap masalah yang menghadang pastinya akan membuat diri semakin kuat dan tegar.
  5. Terakhir dan yang terpenting ialah senantiasa berdo’a. Memohon kepada Tuhan agar diberi hati yang tenang. Hati yang senantiasa bersyukur. Hati yang senantiasa ridha dengan semua ketetapan-Nya.
    Hati yang tenang adalah dambaan setiap manusia. Dan kunci ketenangan itu sebenarnya ada di dalam diri manusia itu sendiri. Tinggal bagaimana menemukan kunci tersebut. Apakah kita akan berusaha untuk menemukannya ataukah justru berhenti mencarinya dan berpaling mencari kunci yang lain. Semuanya terserah Anda.

Demikianlah uraian mengenai cara untuk membuat hati menjadi tenang. Kehidupan ini memang penuh dengan ujian dan kesenangan, tinggal kembali pada persepsi diri memaknai kedua kondisi tersebut. Bersyukur dan selalu bersabar atas ujian yang diberikan oleh Tuhan Semesta Alam, itu menjadi kunci kebahagiaan hati setiap insane yang berpikir.

About Gunawan Cavalera

Saya adalah seorang yang menggemari dunia internet, yang mencoba membagi segala informasi yang berguna bagi pembaca ormitamedia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>